gelak yang hilang.

ada pandangan sekejap mata yang terabadikan
lepas tawa dua pasang mata yang menuju satu
pada dua raut yang saling menyalin garis senyum
lalu kini, kemana perginya gelak itu?

menghanyut dalam tangis berburai?
menguap dalam panas keangkuhan?
mengkristal dalam takluk kutub?

lalu kuhirup dalamdalam keabadian itu
masih ada wangi embun pagi yang tercium
masih raga yang kukenal yang berjejer di sisi

tetapi mengapa tibatiba impian itu jatuh terjun
lepas dari gantungan sudut bintang
pada hitungan yang sama?

takkan habis nalar mengeja
kala logika takkan bertaut
dan takkan bisa menuntut kali ini
menjawab semua tanya

akankah satu keabadian yang tercuri
mengurai makna yang sama
pada hembusan bilangan waktu yang berbeda?

Komentar

Postingan Populer