[cinta#4] jodoh yang romantis itu cinta dengan niat.

[tjatatan mbak dan] Tulisan ini merupakan tulisan terakhir dari seri tulisan cinta, hasil obrolan sore aku, Mita, Saska, dan Mufti.

...

Petikan “jodoh yang romantis itu cinta dengan niat” udah pernah aku posting, dan aku janji menjelaskan petikan itu. Intronya udah ada di tulisan-tulisan sebelum ini.

Sebelum ngebahas petikan yang jadi judul di atas, pengen membahas satu kata dari situ, romantis. Menurut KBBI, romantis itu bersifat seperti dalam cerita roman (percintaan); bersifat mesra; mengasyikkan. Yah, orang sekarang membayangkan arti kata romantis dengan sesuatu yang indah-indah, yang manis, yang bagus-bagus lah pokoknya.

Mau tau yang menarik? Saska bilang, menurut mas Wiktionary, ada satu pengertian romantis yang jarang dibahas orang. Idealistic yet impractical. Ideal tapi tidak mudah, perlu kerja keras. Jadi sesuatu yang perlu kerja keras -dalam hal ini ada energi lebih yang besar yang dikeluarkan- untuk sebuah kondisi yang ideal itu romantis.

Cinta itu sama dengan jodoh. Selain ada proses, ada juga konspirasi semesta di dalamnya. Bertemu di satu titik, pada satu waktu tertentu, kondisi tertentu. Ada pertemuan di tengan jalan dari dua arah yang berlawanan. Tiap orang yang berjalan ke titik di tengah itu melihat pemandangan yang tidak sama. Melalui jalan yang berbeda kondisinya. Bisa jalan setapak berkerikil atau jalan aspal yang mulus. Bisa melalui hutan yang gelap dengan rasa penuh ketakutan, bisa juga melalui padang rumput dan bunga yang luas. Di perjalanan itu kita berproses merespon apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan, apa yang kita dengar.

Menemukan sesuatu yang cocok, sesuai dengan kita dengan sesuatu kerja keras dan mengeluarkan energi yang besar itu merupakan cinta yang didasari dengan niat yang baik. Mencari pasangan hidup itu memang tidak mudah. Perlu energi untuk mencari apa yang menurut kita terbaik. Karena dengan mengeluarkan energi lebih itu kita belajar lebih banyak. Kita mendapatkan hikmah lebih besar.

Untuk sesuatu yang romantis itu memerlukan niat yang penuh. Kerja keras itu membutuhkan ketetapan hati yang utuh. Kalau tidak, bisa keabisan bahan bakar di tengah jalan. Syaratnya satu, tujuannya baik. Hanya perlu mengumpulkan niat, fokus apa yang menjadi tujuan kita, berikhtiar sampai batas kemampuan kita, berdoa dan percaya pada ketetapan Allah, maka semesta ini akan mengurus semuanya. Energi yang kita perlukan akan selalu tersedia, dan seringkali mereka datang dari dan disaat yang tidak terduga. Ngga perlu bingung, cerita akan selalu happy ending.

l'amour va arriver..

Komentar

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer