[cinta#2] berbagi cinta

[tjatatan mbak dan] Kalau di tulisan sebelumnya aku nanya arti cinta sama para kamus, sekarang aku mau berbagi dengan definisi cinta para sahabat.
...

Cinta itu bukan investasi.

Karena cinta itu tulus, tidak mengenal hitungan. Sementara investasi kan berarti kita harus berhitung berapa modal yang kita tanam, berapa yang kita bisa dapet nantinya. Hm.. Sebelumnya sempat berpendapat, cinta itu seperti menginvestasi ‘hati’. Harus diperhitungkan dulu sebelumnya. Kalau kira-kira kita tidak dapat mendapatkan apa yang kita inginkan, dalam hal ini kebahagiaan, jangan coba-coba berinvestasi. Nanti bangkrut. Mungkin kebahagiaan di sini baru ‘ilusi’ kebahagiaan ya, karena ini kan baru apa yang inginkan, belum tentu apa yang kita butuhkan.

Kalau sampe investasi ‘hati’nya ini bangkrut, wah, agak repot untuk mengembalika tabungan kita ke titik kesetimbangan. Sebenernya sih, seberapa banyak energi atau berapa lama energi ini akan kembali, tergantung dari kita sendiri. Seberapa jauh kita bisa berdamai dan bernegosiasi dengan kita sendiri. Berapa lama kita bisa menyembuhkan luka karena investasi hati itu.

Sebenernya pernyataan itu jadi relatif. Dalam investasi 'hati' ini kita pengennya apa? Kalau pengen cinta kita dibalas dengan cinta yang sama, mungkin tidak selamanya investasi ini bisa menguntungkan. Tapi kalau kita berharap investasi kita memberikan keuntungan berupa hikmah atau pelajaran, jangan ragu. Kita pasti mendapatkan sesuatu yang berguna.

Cinta itu dialog, bukan monolog dua arah.

Cinta itu saling memberikan afeksi sama siapapun dalam bentuk apapun. Ketika udah ada afeksi satu sama lain, dengan siapapun dan dalam bentuk apapun afeksi itu, bearti sudah timbul adanya cinta. Cinta itu ketemu di tengah, tanpa saling mencari. Dengan adanya pernyataan yang datang dari bapak Seterhen tadi, ngga ada namanya istilah cinta bertepuk sebelah tangan. Itu namanya bukan cinta. Hm, mungkin diartikan menjadi hasrat atau emosi kali ya. Kalau dalam konteks cinta bertepuk sebelah tangan, berarti ada ambisi dari salah satu pihak. Ambisi itu bagus ketika itu meningkatkan produktivitas diri kita apapun itu, tapi kalo kontra produktif ambisi jadi ngga bagus. Asalkan jangan sampai pada tahap obsesi, dimana rasa suka itu sudah mulai mengganggu jiwa, apalagi sampe ngancem bunuh diri segala. Hehe..


Cinta itu proses.

Cinta bukanlah tujuan. Cinta itu sebuah perjalanan, proses yang terjadi antara dua orang. Oleh sebab itu, dalam konteks ini tidak berlaku cinta pada pandangan pertama. Yang ada adalah preferensi seseorang terhadap lawan jenis yang diharapkan. Harapan ini bisa sama dengan kenyataan atau mungkin bisa saja berubah ketika kita kenal lebih jauh dengan orang yang bersangkutan.


Cinta itu Tuhan.

Yang penting buat aku, setiap tapak kita mengenal atau meredefinisikan kembali apa itu cinta, jalan itu menuju Yang Maha Memiliki Cinta itu sendiri. Melihat orang mendefinisikan cinta itu buat aku sama dengan bagaimana dia berproses mencari Tuhannya. Ada pernyataan yang bagus dari Mufti. Katanya, cara mencintai yang baik itu gimana caranya ketika kita mencintai, kita sadar apa yang kita cintai  itu akan hilang. Karena yang ngga akan hilang itu cuma Tuhan.

Setiap kita memiliki masalah ‘hati’ dengan seseorang, logika terkadang ngga ada gunanya. Dan kemana lagi kita lari menyelesaikan masalah ketika akal sudah tidak bisa digunakan kalau tidak lari ke Sang Pemberi Sayang itu? Aku selalu merasa, masalah hati itu semakin meningkatkan diri kita jenjang lebih tinggi. Mengenal Sang Pencipta. Mengenal Keikhlasan.

Ada lagi teman yang mendefinisikan cinta dengan indah. Cinta itu ketika kita memberi kepada orang lain, sehingga orang yang diberi merasakan keberadaan Tuhan, dan mereka dapat bersyukur atas dirinya dan apa yang direncanakan Tuhan untuk hidupnya. Thanks Nemi! Hmm, ya..cinta itu titipan, titipan Sang Maha Memiliki hati. Dia bisa tiba-tiba ngasih, atau tiba-tiba ngambil. Makanya selagi banyak cinta, kita harus banyak-banyak berbagi. Just be wise with that.

Komentar

  1. hehe... mbak Dan... ikut nimbrung di sini... kalau aku, apapun definisi cinta (sedang belajar untuk tidak mendefinisikannya, tapi merasakannya :p), kita nggak perlu ke mana-mana untuk mencarinya, karena dia ada di dalam diri kita. nyambung dengan tulisan mbak Dan, cinta adalah titipan Sang Pemilik Hati, mungkin nggak semua dari kita menyadari keberadaan titipan itu.

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer