terantuk batu.

Adakalanya kita perlu terantuk sebuah batu ketika berjalan.
Membangunkan kita dari lamunan
yang terbawa pada jejak tapak yang ditinggalkan.
Sentakannya menaruh kembali kesadaran kita
pada apa yang akan kita jalani.
Kerikil-kerikil kecil yang ada tidaklah mengganggu,
sejauh kita mengetahui keberadaannya.
Mereka membelai manja saraf-saraf kaki,
membawa kabar bahwa tubuh kita masih menyadari
mereka berbeda dengan jalan halus nan mulus.
Kitapun semakin waspada,
menghindari lubang yang ada,
menjauh dari batu besar yang bisa jadi membahayakan.
Yah, tidak selamanya terantuk batu itu membawa petaka,
malah mungkin harus disyukuri.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..