menepati janji.


15:30
Nanti ketemuan ya.. Jadinya jam brapa?

Jam 17. Bisa? Di mana aja deh, terserah.

Oke, nanti kalo aku udah beres, aku kabarin lagi deh.

Sip.


16:30

Aku udah beres. Gimana, jadinya? Maunya di mana?

[rik..rik..rik..ngga ada balesan]


17:00

Halo.. di mana mau ketemu?

[masih juga ngga dibales]


dan beberapa jam kemudian, tidak ada kabar dari yang bersangkutan maupun permohonan maaf karena janjiannya batal.


* * *
Pernah mengalami hal seperti tadi? Janjian ngga jelas. Salah satu hal yang paling ngeselin. Ngga hanya bikin kesel orang aja, tapi juga buat aku komitmen dengan janji dan perkataan itu cermin dari bagaimana dia menghargai orang lain. Semua orang tau waktu itu berharga, tapi ngga semua orang menganggap waktu orang lain itu berharga juga.

Dari bagaimana seseorang menghargai orang lain -dan juga waktunya- buat aku sama dengan melihat bagaimana ia menghargai diri sendiri. Dari melihat bagaimana ia menghargai diri sendiri itu, keliatan apakah seseorang itu bisa pemimpin bagi dirinya sendiri. Gimana dia bisa memimpin orang lain kalau memimpin diri untuk komit dengan hal-hal kecil aja ngga bisa? Untuk kasus ini, seenggaknya kalau ngga bisa menepati janji untuk ketemu, mbok ya ngabarin tho...


Menepati janji itu kadang-kadang terlihat mudah, tapi tidak pada pelaksanaannya. Dan seperti semua orang bilang, hal-hal besar itu berawal dari hal-hal kecil, termasuk menghargai janjian-janjian kecil, yang mungkin dianggap sepele karena mungkin janjian itu dibatalkan karena ada kepentingan yang 'dianggap' lebih penting.


Ah, ngomong gampang. Sebelum kita menghargai janji kita sama orang lain walaupun itu kecil, kita harus memulai menepati janji kita pada diri sendiri. Sekecil apapun itu. Gimana?



Komentar

Postingan Populer