senandung lagu kota mendung.
sapaan lagumu seperti pusaran waktu, ketika ada imaji yang membawaku pada kota yang terus meneteskan air matanya. kelopak matanya sendu berpayung awan. di pintu musim semi itu ada lelayang cinta yang berkibar, lalu kemudian lepas pada belasan musim.
sapaan lagumu seperti kereta, yang mengantar rindu pada satu kala lampau yang sudah terkunci pada kotak kenangan. bibir yang menyatu pada secangkir kopi, menjadi tabu pada waktu yang kini berjalan.
sapaan lagumu seperti memutarkan percakapan kita yang kini menjadi mustahil. gambar yang kaurekam menjadi sebatang kara. degup kita dulu menjadi memar, kini telah sembuh oleh waktu.
kini kamu sudah tak ada pada lagu itu, karena kini ia bertuan pada sepenggal doa yang lain. dan pada liriknya aku menyelinap. pada notasinya aku meyakini sebuah ketetapan. dan pada kota sendu aku akan kembali membawa rindu.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..