menghitung.
kamu menghitungnya dalam menit : lima ratus dua puluh lima ribu enam ratus menit dengan ratusan irisan saat. aku menghitungnya dalam cangkir kopi, entah satu yang direguk pagi atau dua bersama senja atau tiga empat di kala rindu memberat.
kamu menghitungnya dalam satuan terbit yang dibangunkan kokok ayam dan cicit burung, lalu menghilang bersama embun. aku menghitungnya dalam satuan terbenam kala langit tengah hari melarut dan memekat, seperti bahagia yang melarut dalam pekatnya senyummu.
kamu menghitungnya dalam gelak ketika dua dunia bertemu di tengah jembatan. aku menghitungnya dalam tetes mata merindu ketika dua dunia menjadi hampa oleh jarak.
kamu dan aku menghitung lini masa menuju detikdetik semesta menggelar perhelatan besarnya. dan sesungguhnya setelah itu ada nada yang menjadi satuan. kita akan mengukur jarak dua pasang jejak yang belum terlalui. menyanyikan bersama notasi juga lirik yang tak kunjung usai.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..