cinta yang tak utuh.
aku ingat
pada perbatasan cakrawala kaumenunggu
cantiknya jingga yang membaur dengan biru
kala itu kaulamar senja dengan hati penuh
dan semu pipinya mengangguk tak kuasa menolak
isak tangis kehilanganmu
pada pekat malam yang paling pekat
kautolak merah jambu yang menyembul
dari fajar yang baru terlahir
dan aku ingat
hanya pada sepenggal masa kaucintai matari
karena tak mampu hidupi fajar dan larutnya yang kelam
kaubunuh impianmu

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..