masih menjadi rahasia waktu.

kamu, sepucuk daun yang hijaunya menyublim pada kotak rasa. kemudian kristalnya mengendap dalam ingatan.

kamu, udara pagi yang mengembun dalam merahnya bebuluh. alirnya berjingkat mencari jejantung yang berdenyut.

kamu, arakan uap dari minuman hangat sore hari. menggelitik, lalu berkembang menyesak rindu. tapi itu keping waktu lalu dan kini membeku dalam hampa.

ksatria langit yang masih menjadi rahasia waktu.

mungkin kamu jelmaan setengah bintangku, sahutan dari denyar yang kesepian. izinkan aku membalas baitbait pekatmu. biarkan katakataku memeluk hangat malammu.

lalu pada bentang yang membelah kubertanya, apakah langit merindukan kerlip ini?

Komentar

Postingan Populer