[#16/37] pengingat.
Sakit.
Ngga ada orang normal yang mau sakit. Dan betul sekali, kalau ada yang bilang sakit itu menjadi pengingat untuk banyak hal.
Pengingat betapa sehat itu mahal.
Betapa bisa bekerja, berkarya dan produktif itu suatu kesenangan.
Betapa harus berbaring berhari-hari itu bikin mati gaya, walaupun bedrest jaman sekarang hiburannya jauh lebih banyak dibanding bedrest bertahun-tahun yang lalu.
Betapa sering kali alarm badan minta istirahat, kalah oleh alasan harus ini dan harus itu.
Betapa masih banyak yang peduli dengan kita, memberi perhatian lebih kala kita terbaring.
Betapa bisa tidur itu suatu anugerah. Terutama untuk aku yang sulit untuk tidur.
Lalu ketika dokter bilang 'bedrest', apalagi dengan penyakit yang memang menuntut harus bedrest, sepertinya separuh badan ini bersorak sorai.. 'akhirnya dapat jatah istirahat!'. Ya, separuh sisanya merasakan pening yang tidak habis, batuk-batuk yang menyiksa. Sebagian badan demam tinggi, sebagian lainnya menggigil kedinginan.
Dan yang paling penting, sakit itu pengingat kita untuk bersyukur. Atas kesehatan kita. Atas waktu kita. Atas pekerjaan kita. Atas semua yang kadang berlalu begitu saja, seakan tidak berharga.
.. alhamdulillah, masih diingatkan.
Ngga ada orang normal yang mau sakit. Dan betul sekali, kalau ada yang bilang sakit itu menjadi pengingat untuk banyak hal.
Pengingat betapa sehat itu mahal.
Betapa bisa bekerja, berkarya dan produktif itu suatu kesenangan.
Betapa harus berbaring berhari-hari itu bikin mati gaya, walaupun bedrest jaman sekarang hiburannya jauh lebih banyak dibanding bedrest bertahun-tahun yang lalu.
Betapa sering kali alarm badan minta istirahat, kalah oleh alasan harus ini dan harus itu.
Betapa masih banyak yang peduli dengan kita, memberi perhatian lebih kala kita terbaring.
Betapa bisa tidur itu suatu anugerah. Terutama untuk aku yang sulit untuk tidur.
Lalu ketika dokter bilang 'bedrest', apalagi dengan penyakit yang memang menuntut harus bedrest, sepertinya separuh badan ini bersorak sorai.. 'akhirnya dapat jatah istirahat!'. Ya, separuh sisanya merasakan pening yang tidak habis, batuk-batuk yang menyiksa. Sebagian badan demam tinggi, sebagian lainnya menggigil kedinginan.
Dan yang paling penting, sakit itu pengingat kita untuk bersyukur. Atas kesehatan kita. Atas waktu kita. Atas pekerjaan kita. Atas semua yang kadang berlalu begitu saja, seakan tidak berharga.
.. alhamdulillah, masih diingatkan.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..