anak purnama

bulat purnama menghiasi permadani langit malam ini
terangnya melingkupi sebentuk ketenangan akbar
tapi dalam benak riuh, dalam hati sibuk

lalu ke mana aku harus lari untuk ketenangan benak dan hati
ketika mimpi di terik siang membawa rasa yang nyata
dan kemudian menjelma menjadi lalulalang kelebat imajinasi?

ya, mungkin karena aku anak berumahkan bulan penuh
menunggu sabit setipis benang demi sebuah ketenangan utuh
mari kita lanjutkan hitungan lagi, lima belas


waisak 2011

Komentar

Postingan Populer