kenapa?
Pernah ngga memperhatikan orang bersembahyang? Kenapa selama ini aku melihat kebanyakan orang sholat atau sembahyang dengan wajah yang berlipat-lipat, datar, seakan-akan apa yang ada di benaknya sesuatu yang buruk. Kenapa orang jarang tersenyum ketika ia berdialog dengan Sang Pencipta?
Kenapa tidak tersenyum seakan-akan tidak ada keintiman antara kita sebagai hamba-Nya dan Sang Pencipta? Mengingat Tuhan itu selalu ada dimana-mana, begitu dekat, tetapi terkadang kita yang terlalu sombong sehingga tidak merasakan kehadiran-Nya
Kenapa tidak tersenyum, sebagaimana kita menghadapi sesuatu yang membahagiakan? Mengingat rizqi yang selalu diberi-Nya setiap hari, setiap menit, setiap detik, bahkan setiap seperjuta detik.
Kenapa tidak tersenyum, seakan-akan apa yang kita hadapi sesuatu yang menyedihkan? Mengingat, kalau dihitung-hitung, nikmat yang diberikan pasti lebih banyak dari kesusahan yang dialami.
Kenapa kita tidak tersenyum sebagaimana kita bertemu seorang sahabat yang akan selalu menolong kita, apapun keadaan kita? Mengingat Allah adalah sahabat terbaik, yang tidak pernah meninggalkan kita walaupun lagi susah sekalipun, walaupun kita sering melupakan-Nya.
Kenapa kita tidak tersenyum, seperti saat kita membutuhkan ‘positive feeling’ secara instan? Mengingat dengan senyuman seberat apapun masalah dan sedih akan terasa lebih ringan.
Cuma nanya, kenapa ya?

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..