berjumpa Sang Kekasih
malam itu
aku bersiap-siap mengunjungi rumah Sang Kekasih
berdebar-debar
tak sabar ingin cepat sampai
dengan segala persiapan
hati yang berbunga-bunga
rentetan permintaan
rentetan permohonan ampun
rentetan harapan
setibanya di sana
aku kenakan pakaian istimewa untuk bertemu Sang Kekasih
menyiapkan senyuman terindahku
bukan di bibir tapi di hati
senangnya hati ini
Dia menyambutku
dengan belaian lembut di pipi
dengan sejuknya angin malam
memberikan keteduhan dan ketenangan jauh di lubuk terdalam hati
kunikmati setiap detik perjumpaan hingga penghujung malam
dengan puji-pujian
dengan doa-doa
dengan sejuta permintaan yang tampaknya tidak akan pernah habis
terkadang ragu datang
apakah perjumpaan ini benar karena aku merindukan-Nya
ataukah hanya karena ingin terkabulnya pintaku?
hanya ada sesalku
kenapa tak lebih banyak kuhabiskan malam-malamku di rumah-Nya
dan hanya ada asa
semoga aku bisa kembali menikmati malam-malam bahagia ini tahun depan
insya Allah
Ramadhan 1429 H.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..