[catatan] diskusi bersama pak anies (1)

Kamis yang lalu (25/8), Bapak Anies Baswedan berkesempatan untuk singgah -di tengah perjalanan mudiknya- ke Rumah Belajar Semi Palar, Bandung. Sore itu, sambil ngabuburit kita berbincang-bincang santai mengenai pendidikan, satu hal yang menjadi pondasi utama untuk kualitas hidup seseorang, keluarga, sekumpulan orang, hingga kualitas hidup sebuah negara. Tidak salah memang jika beliau mengatakan pendidikan adalah eskalator sistem sosial (dan tentunya berdampak pada sistem ekonomi) seseorang, yang akan ikut mengangkat orang-orang di sekitarnya : keluarga, masyarakat, dan bukan tidak mungkin bangsanya.

Walaupun santai, bincang sore ini terasa sangat mengena. Terlebih lagi ketika kita semua membukanya dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" yang seakan mengingatkan kita bahwa obrolan ini bukan untuk individu saya dan kamu, tapi untuk kita, bangsa Indonesia.

Baru saja beberapa waktu lalu ketika kita memperingati hari kemerdekaan, saya membuat catatan singkat bahwa ada janji kemerdekaan yang belum terpenuhi : mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan selalu saja kita, menyalahkan pemerintah mengapa janji tersebut tidak kunjung ditepati.

Kapan pemerintah menepati?

Sampai kapan kita akan terus menagih janji tersebut?

Mengapa kita terus saja menagih janji-janji tersebut? Karena kita merasa janji-janji tersebut bukan masalah kita, sehingga kita merasa tidak perlu ikut menyelesaikan masalah tersebut.

Tapi apakah benar, mencerdaskan kehidupan bangsa itu bukan masalah kita? Sebagai satu 'badan' yang utuh, kesenjangan tingkat pendidikan yang tinggi menjadi salah satu penghambat kesejahteraan bersama. Jadi, mari kita hentikan energi kita memaki, mengomel, mengumpat untuk sesuatu yang lebih berguna : ikut melunasi janji kemerdekaan.

Pak Anies mengingatkan, secara konstitusional negara memang bertanggung jawab untuk memenuhi janji tersebut. Tetapi bukan berarti kita bisa lepas tangan dan hanya menuntut saja. Secara moral, setiap warga negara terdidik yang beruntung mendapatkan pendidikan lebih tinggi dari warga lainnya punya tanggung jawab. Setiap orang bisa dan mampu meningkatkan kualitas hidup orang-orang di sekitarnya.

Tentu saja setiap aksi kita dalam pendidikan tidak mengurangi kewajiban pemerintah untuk tetap berusaha meningkatkan dan mewujudkan pendidikan yang layak bagi SEMUA warga negara.

Jadi, apa saja yang bisa kita lakukan untuk turut menunaikan tanggung jawab moral mencerdaskan kehidupan bangsa?Tidak harus menjadi guru, setiap orang dapat mendidik melalui perannya masing-masing.

Sebagai manusia, berperilaku baik dan menjadi panutan orang di sekitarnya sudah merupakan satu aksi mendidik yang nyata. Bukan hanya sekadar bicara, tetapi melakukan sesuatu. ACTION TALKS LOUDER THAN WORDS!!

Tularkan energi positif yang kita miliki kepada orang-orang di sekitarnya, dan percayalah, energi tersebut akan berlipat hingga jumlah yang tidak kita duga.

Sebagai orang tua, jadilah orang tua yang sepenuhnya ikut serta dalam mendidik anak, membangun karakter baik (yang akan menjadi pilar utama seseorang menjadi 'manusia').

..

[catatan] diskusi bersama pak anies (2)
[catatan] diskusi bersama pak anies (3)

Komentar

Postingan Populer