Defrag otak.


Sebelumnya, ada harapan pada tulisan ini : tidak hanya sekadar menyampah otak saja. Tapi bagaimana hasilnya, entahlah.

Beberapa hari ini tenggelam dalam pekerjaan yang cukup menyita tidak hanya waktu dan energi, tapi juga memori otak. Banyak sekali informasi yang harus diolah, tetapi lebih banyak lagi informasi menarik lain untuk dipelajari. Alhasil : otak penuh. Perlu didefrag sepertinya?

Oke, lanjut.

Tampaknya banjir informasi ini berakibat tidak baik pada otak saya. Ingatan jangka pendek banyak yang terlupa, di sisi lain terlalu banyak ide meletup tidak terkontrol. Saya tidak tahu apakah saya harus bersyukur atau tidak, karena masih ada dampak lain : kualitas tidur yang buruk.

Sepertinya secara kuantitatif, jam tidur saya cukup. Hanya saja terlalu larut, sehingga saya bangun terlalu siang (baca : sering melewatkan Shubuh, hiks..). Tapi ternyata secara kualitatif buruk. Sepertinya separuh otak saya masih bekerja di kala separuh lainnya istirahat.

Apa yang dikerjakan separuh otak yang masih bangun tersebut?

Kalau bukan pikiran pekerjaan, ya.. ide-ide yang meletup tadi. Akhirnya bangun tidur bukannya segar, malah berasa lelah seperti habis kerja seharian.

Jadi, maunya apa?

Pertama, ingin punya waktu cukup luang untuk menuliskan semua ide yang meletup-letup, supaya mereka tidak 'berisik' kala saya harus bekerja. Kedua, ingin punya waktu cukup luang untuk belajar hal-hal baru yang menarik. Ketiga, ingin punya waktu cukup luang untuk bekerja tanpa terganggu dengan dua keinginan tadi.

Intinya, semua kembali ke waktu dan keinginan, juga pengaturan keduanya. Setelah menjelajah situs, sepertinya saya harus mulai melakukan ini : "How to Defrag Your Mind in 5 Easy Steps" 

Apakah semudah seperti yang dituliskan?

Hahaha.. Ternyata tidak juga. Tapi setidaknya, patut dicoba.

Komentar

Postingan Populer