[catatan diri] ngomong di belakang.
Ngomong di belakang itu memang tidak baik. Semua pasti setuju.
Tapi mungkin kita perlu tahu alasannya, kenapa sampai seseorang ngomong di belakang, tidak mengungkapkan permasalahannya langsung kepada yang bersangkutan.
Mungkin orang yang ngomong di belakang belum tahu cara menyampaikan permasalahannya dan sedang mencari tahu bagaimana cara menyelesaikan permasalahannya dengan orang yang bersangkutan.
Mungkin orang yang ngomong di belakang sudah pusing karena beberapa kali ngomong langsung, masalahnya tambah runyam.
Mungkin orang yang bersangkutan terlalu keras kepala untuk mendengarkan masukan dari orang lain, sehingga orang lain itu terpaksa ngomong di belakang.
Mungkin orang yang ngomong di belakang perlu mengurangi beban permasalahan dengan orang yang dengan bercerita kepada orang lain.
Memang kita sering kali terjebak dalam kondisi ngomongin orang di belakang. Yang penting untuk diingat, ketika kita ngomong di belakang, pastikan kita sedang melakukan langkah untuk memperbaiki masalah. Pilihlah orang yang cukup bijak untuk mendengarkan keluh kesah kita, supaya dapat memberikan masukan untuk masalah kita, bukan malah menjadikan masalah itu api yang membakar.
Kalau seperti ini, kita juga harus becermin, apakah kita cukup terbuka menerima masukan orang lain, termasuk orang yang kita anggap lebih muda?

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..