[catatan diri] mendengar.


"The quieter you become, the more you are able to hear." -Rumi

Mengerjakan suatu perkerjaan bersama-sama tidak hanya membutuhkan kemampuan dan kecerdasan. Ada yang tidak kalah penting (atau malah paling penting?) yaitu menjaga suasana bekerja tetap positif dan menyenangkan. Seberat apapun pekerjaannya, kalau suasana bekerjanya menyenangkan pasti tidak akan menjadi beban.

Tapi...

Gimana rasanya bila kita terus bersama-sama dengan orang yang sedikit-sedikit mencela (orang lain atau sesuatu)? Apapun yang diliat, yang keluar sisi negatifnya dulu.

Gimana jadinya bila terus mendengar komentar orang (yang tidak penting), bahkan mengomentari kehidupan pribadi orang-orang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kita (baca: selebriti dan tokoh di berita, sinetron, atau iklan)? Apalagi komentarnya hampir selalu negatif.

Apakah bisa mengaku pintar berkomunikasi, tapi selalu berbicara, jarang mendengar?

Komunikasi itu dua arah. Ada berbicara, ada mendengar. Kalau sukanya bicara saja tapi tidak mendengarkan, namanya bukan komunikasi. Apalagi kalau sudah berprasangka dan mengambil interpretasi  sendiri dari prasangka itu.

It's like an impulsive communication. Offensive.  Defensive.

Lelah. Rasanya energi kita selalu tersedot untuk menetralkan suasana hati sendiri.

So, Danti.. Please remind yourself not doing that, too! 

Dan gunakanlah kedua telingamu dulu sebelum menggunakan satu mulutmu :)

Komentar

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer