pendidikan karakter?


Sekarang semakin panjang daftar persyaratan yang dituliskan para orang tua ketika mencari sekolah yang ideal untuk para anaknya. Salah satunya mereka menginginkan pihak sekolah juga ikut serta dalam membangun karakter anak-anak mereka.

Ya, karakter! Kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual.

Pilihan yang bagus, Bapak, Ibu!

Memang, anak yang cerdas tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga harus cerdas hati. Dan tentunya pihak sekolah, guru-guru di dalamnya dengan senang hati bekerja sama membangun karakter yang baik. Karakter adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya, kan?

Tapi jangan lupa, hai para orang tua, karakter anak-anak juga sangat bisa dipengaruhi oleh paparan media di rumah : TV dan situs-situs internet.

Bagaimana mungkin para orang tua berharap karakter anak yang baik bila mereka mengalah, tak tega melarang, ketika anak-anak menuntut untuk melihat program TV yang tidak seharusnya mereka tonton?

Bagaimana mungkin orang tua berharap anak menjadi bijak ketika mereka mengijinkan begitu saja anak-anak menggunakan internet tanpa pengawasan, sedangkan anak-anak bisa saja tanpa sengaja membuka situs-situs yang tidak seharusnya?

Sadarlah, hai para orang tua!



Komentar

  1. sangat setuju! kita tidak bisa begitu saja membebani apa yang disebut proses 'membangun karakter' pada pihak sekolah saja...bagaimana mungkin, orangtua kan yang seharusnya menghabiskan waktu paling banyaknya bersama anak2 kita, maka tanggung jawab TERBESAR tentu ada pada kita doong...saya pribadi tidak melarang anak2 melihat media atau menggunakan internet, karena kita tidak mungkin melarang atau memblokir mereka dari perkembangan jaman saat ini (Rasulullah jg bilang 'didiklah anak2mu sesuai dengan jamannya'), tp yang penting diawasi dan diarahkan...apa manfaatnya, apa yg kita bisa dapat dan apa juga efek samping (baca : negatif) dari aktivitas ini...mungkin yang penting adalah seimbang, karena anak2 bisa belajar dan mengembangkan karakter (sambil bermain) dari sumber apa saja, baik aktivitas fisik (kinestetis) maupun non fisik...in my humble opinion ya dear...thx for reminding me =)

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer