bukan kebetulan.
tidak ada yang kebetulan.
termasuk ketika tiba-tiba jemari ini menyesatkan aku pada sebuah kotak yang menyimpan suratsuratmu. semuanya masih rapi, terlipat dalam hati.
bulat bulan kembali membawa ingatan : ternyata matahari pernah begitu dekatnya dengan bincang kita, hingga aku masih dapat mengingat hangatnya.
tapi seperti yang kubilang sebelumnya, ketika metari tergelincir oleh waktu : "aku hanya rindu rasanya, bukan kamu."
dan bukan kebetulan pula, di malam itu bulan meyakinkan kamu bukan untukku.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..