pangeran api.
kamu adalah kemarin, yang menyimpan rasa dalam hati. membakarnya dalam hitungan waktu. mengganti kemasan pada abunya setelah lewat masanya. dan hingga kini, masih kusimpan dalam senyum.
kamu adalah hari ini, yang menemani perjalanan rasaku. ah, apimu memang selalu menghangatkan persahabatan. satu dua kali menyelipkan kata mesra di antara ceritaku, ceritamu. cerita yang bersih dari 'kita'. dan hingga kini, kamu masih sahabat terbaik.
kamu adalah esok, yang masih juga menyimpan cinta. entah apa yang kautunggu untuk beranjak dari dunia semu. cinta yang kaubakar dulu di pekarangan lain. dan hingga kini, aku menunggu.
kamu adalah rasirasi bintang yang memiliki rinduku. gugusan yang selalu berubahubah, seperti payung musim. dan hingga kini, pada habisnya senja di hamparan hati, kupetakan kembali dirimu.
kamu adalah hari ini, yang menemani perjalanan rasaku. ah, apimu memang selalu menghangatkan persahabatan. satu dua kali menyelipkan kata mesra di antara ceritaku, ceritamu. cerita yang bersih dari 'kita'. dan hingga kini, kamu masih sahabat terbaik.
kamu adalah esok, yang masih juga menyimpan cinta. entah apa yang kautunggu untuk beranjak dari dunia semu. cinta yang kaubakar dulu di pekarangan lain. dan hingga kini, aku menunggu.
kamu adalah rasirasi bintang yang memiliki rinduku. gugusan yang selalu berubahubah, seperti payung musim. dan hingga kini, pada habisnya senja di hamparan hati, kupetakan kembali dirimu.

hmm... i know who you're writing about... khihihi...
BalasHapusbe careful there... :D
hahaha.. it's not about 'someone' dear.. :p
BalasHapusah masaaaa.....?
BalasHapus*keukeuh"
dasar persisten! :p
BalasHapus