ajaib.

ajaib itu seumpama menunaikan kata yang tertunda bermusimmusim, lalu menautkannya perlahan pada jejantung yang kesepian.

ajaib itu seumpama degap yang tidak pada tempatnya, terhanyut pada alir masa yang tak jelas, kemudian tenggelam pada pusaran imajiner.

ajaib itu seumpama bingkisan untuk lawan yang terkapar tak berdaya, dengan kemasan yang merayu dalam bisu.

ajaib itu seumpama kamu yang masih terikat pada pohon di rumah seberang, mulai merayap masuk ke dalam halaman rumahku.

ajaib itu seumpama kebencian yang mulai mengubah wajahnya, menjadi sebentuk bayangan yang tersenyum nakal, lalu mengantarkan kesenangan.

dan ajaib itu seumpama benakku yang mulai berpikir, mungkinkah kau mulai meminta semesta untuk menyihirku?

Komentar

Postingan Populer