life is like cooking.
gambar dari sini
"Life is like cooking; before choosing what you love, try everything"
.
Hidup itu seperti memasak.
Begitu kata Coelho. Sebelum memutuskan apa yang kita sukai, coba semuanya. Ya, semuanya. Untukku bukan hanya memasak. Tapi juga makan. Coba semuanya, hingga kau bisa memutuskan makanan apa yang kausuka. Makanan apa yang akan kau masak.
Apakah kita tahu seperti apa asinnya rasa garam kalau tidak pernah mencobanya? Apakah bisa kita buka kamus dan mencari kata 'asin garam', dan seketika itu pula lidah kita mengenal yang namanya asin? Apakah otak kita akan merekam rasa asin bila hanya diberi tahu asin itu rasa garam, sama dengan masin?
Lalu bagaimana dengan manis? Manisnya buah jeruk. Manisnya gula merah. Manisnya coklat batangan. Semuanya manis. Lalu kita suka manis yang mana?
Terkadang kita bisa memasak makanan yang tidak kita suka. Betul, siapa bilang tidak? Kalau kita yang masak, ngga perlu juga kita makan sendiri kan? Yang penting yang makan hasil masakan kita suka.
Tinggal ambil buku resep. Lihat bahan-bahannya, lihat ukurannya. Baca petunjuk baik-baik, masak sesuai yang tertera. Mudah bukan?
Ah, segitu mudahnya kah kita memasak?
Tapi apakah kita bisa memasak dengan sepenuh hati ketika kita memasak makanan yang tidak kita sukai? Mungkin bisa. Ketika kita memasakkan untuk keluarga, saudara, teman, pasangan tercinta, kita akan memasak sepenuh hati. Tapi tetap tidak sama dengan memasak makanan yang kita sukai.
.
Begitu banyak rasa yang terserak di sekitarku. Semuanya untuk dicoba. Banyak yang ingin aku coba, tapi selalu ada yang membatasi. Waktu. Energi. Kesempatan.
Ah, tidak ada salahnya kan mencoba? Mencoba sebanyak mungkin yang kita bisa. Setelah kita tahu mana yang kita suka, mari kita masak sendiri hidup kita, kita nikmati bersama mereka yang kita cintai.
Coba semua.
Semua yang kaubisa.
Semua yang kaumau.
.
*kali ini mencoba tidak berpuisi, karena si ikansapisapi


Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..