semua ada saatnya.

Ada saatnya bersabar, 
ada saatnya berkata ‘cukup’
walau kadang pilihan itu samar

Logika tidak selalu bisa diandalkan 
Atau belum waktunya digunakan 

Hati? 
Dia bisa ditanya. 
Tapi, nantilah. 
Tunggu ketika ia tidak berkawan emosi. 
Mungkin juga saatnya mengendapkan segala sesuatu. 
Yang penting, tunai sudah yang bisa dilakukan. 
Selebihnya biar kala yang menjawab. 
Tanpanya, semua berantakan

Komentar

Postingan Populer