entah berapa lelap malam lagi kamu menunggu
tak lagi harus berlari melewati kelokkelok mimpi
sandarkan bahu lelah pada bantalbantal penghitung waktu
entah berapa lembar pagi lagi kamu bersabar
hingga langit mencium rasamu, mengamini untaian mimpimu
setia menyimpan tiaptiap doa, menggenggam tiaptiap harap
saat itu: kamu berhenti bertanya tentang berapa


Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..