jeda semu yang lalu.
ada satu masa di mana saya hanya mengenal jeda semu. jeda yang masih berada di bawah bayangbayang isi, dan menjadi buram. di mana saya melewati jeda dengan banyak isi pada pikiran. jeda yang masih bernapas dengan sesak dan tersengal.
sesaat tersadar.. saya tak pernah menjeda. saya tak kenal menjeda.
lalu saya belajar untuk mengisi jeda dengan kosong. pada mulanya ruang jeda saya lewati dengan terus berpikir bahwa ruang tersebut harus kosong dan harus diisi dengan kosong. kosong itu sulit. saat belajar menjeda, saya butuh teman yang terus menarik saya supaya tidak mengisinya dengan pikir yang lalulalang.
dan pada akhirnya jeda harus kembali nyata. ketika ia menjadi masa di mana tubuh hanya berpikir tentang napas dan iramanya. ketika ia menjadi ruang kosong yang memberi makna pada isi di sekitarnya.


Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..