tersesat.
anjing itu menggonggong tak henti. sibuk bercerita kepada burung-burung tentang purnama ke lima. kemudian cicit burung sibuk bercerita tentang sabit-sabit yang berada di antaranya. oh, sungguh, mereka adalah pemuja rembulan pada langit malam. yang temaram oleh purnama, yang cantik oleh lengkung rembulan.
rembulan terkikik mendengar bincang anjing dan burung-burung saat senja itu. sesungguhnya ada yang lebih menarik daripada dirinya, yang ingin ia bincangan pada anjing dan burung-burung. tentang seorang gadis yang serumah dengan anjing dan burung-burung itu. ia hanya duduk di teras, menikmati riuhnya senja bersama kopi dan semu jingga yang terbenam. ia tak paham apa perbincangan itu, ia tak paham apa yang dipikirkan rembulan di balik tirainya. ia hanya merasa degupnya tersesat.
rembulan tahu apa akan yang terjadi di langit pada purnama ke lima. perhelatan besar, di mana bulatnya purnama menjadi sempurna. dan sepotong waktu gemintang membisu, tak berkedip. dua degup menjadi satu. berjalan beriring, berirama.
dan pada malam ini sang gadis menyimpan tanya purnama : "siapakah yang tersesat? aku atau dia?"

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..