sisa kata di penghujung senja.
kadang bicaramu seperti esai
katakata yang berjajar tereja pikiran
kemudian terkunyah oleh logika
kadang pula seperti puisi
hati yang meluapkan katakata
lalu tercerna oleh rasa
pada garis senja yang nyaris hilang itu
katakatamu menatapku
pada celah di antaranya : logika dan rasa
seperti bulir hujan yang merinai
dan meminjamkan tirai airnya kala itu
menelusup masuk ke dalam tanah
hanya menyisakan wangi
bagaimana kau menginginkan aku mencernanya?

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..