[#34/37] ziarah.
1.
ziarah adalah proses belajar. dan sebaliknya, sebuah proses belajar adalah ziarah. sebuah ziarah memerlukan tujuan, demikian pula proses belajar. walaupun terkadang satu dua kali aku menikmati sebuah perjalanan tanpa arah, dan hanya mencerap apa yang kutemui.
2.
hidup adalah ziarah, sebuah perjalanan menuju kemuliaan, menuju kesempurnaan diri walaupun tidak ada manusia yang sempurna. seumpama tetes air yang berziarah dari hulu hingga sampai pada samudra.
3.
setiap saat adalah hadiah yang mengejutkan, dan setiap hari adalah keajaiban. kita harus mengumpulkan keping sebanyakbanyaknya dari perjalanan berziarah, karena pada akhirnya itulah kita. apa yang didapatkan selama perjalanan tersebut, mungkin menjadi cermin diri, untuk apa yang kaukerjakan, untuk apa yang kaurasakan. perjalanan itu selalu memberi makna tertentu.
4.
terkadang melihat perjalanan seseorang dalam mempelajari sesuatu menjadi perjalanan rasa tersendiri. dan kita bercermin padanya, melihat kembali yang telah kita tinggalkan, yang akan kita jalani di depan. hasrat yang melahirkan perjalanan kita, dan benih citacita yang kita tabur di tengahnya untuk sampai pada tujuan akhir kita.
5.
aku seorang jurnalis rasa, dan apa yang kutulis tidak dapat berpaling dari karakter diri yang berhadapan dengan ruang jarak. rasaku adalah petualang, sangat haus sesuatu yang baru di dalamnya. diriku haus untuk menemukan dirinya di sana. rasaku adalah anak dari perubahan yang terus menerus berputar, pengalaman yang tak pernah berhenti.
...
mari terus berjalan, mari terus meriak hingga sampai pada persemayaman.
ziarah adalah proses belajar. dan sebaliknya, sebuah proses belajar adalah ziarah. sebuah ziarah memerlukan tujuan, demikian pula proses belajar. walaupun terkadang satu dua kali aku menikmati sebuah perjalanan tanpa arah, dan hanya mencerap apa yang kutemui.
2.
hidup adalah ziarah, sebuah perjalanan menuju kemuliaan, menuju kesempurnaan diri walaupun tidak ada manusia yang sempurna. seumpama tetes air yang berziarah dari hulu hingga sampai pada samudra.
3.
setiap saat adalah hadiah yang mengejutkan, dan setiap hari adalah keajaiban. kita harus mengumpulkan keping sebanyakbanyaknya dari perjalanan berziarah, karena pada akhirnya itulah kita. apa yang didapatkan selama perjalanan tersebut, mungkin menjadi cermin diri, untuk apa yang kaukerjakan, untuk apa yang kaurasakan. perjalanan itu selalu memberi makna tertentu.
4.
terkadang melihat perjalanan seseorang dalam mempelajari sesuatu menjadi perjalanan rasa tersendiri. dan kita bercermin padanya, melihat kembali yang telah kita tinggalkan, yang akan kita jalani di depan. hasrat yang melahirkan perjalanan kita, dan benih citacita yang kita tabur di tengahnya untuk sampai pada tujuan akhir kita.
5.
aku seorang jurnalis rasa, dan apa yang kutulis tidak dapat berpaling dari karakter diri yang berhadapan dengan ruang jarak. rasaku adalah petualang, sangat haus sesuatu yang baru di dalamnya. diriku haus untuk menemukan dirinya di sana. rasaku adalah anak dari perubahan yang terus menerus berputar, pengalaman yang tak pernah berhenti.
...
mari terus berjalan, mari terus meriak hingga sampai pada persemayaman.

we are all probing to survive
BalasHapus