r a s a





Bagiku rasa adalah teman berjalan, meniti tangga. Rasa membuatku tenang berjalan. Rasa mengingatkanku untuk tidak berprasangka buruk.

Bagiku rasa adalah musuh, menjerumuskan, juga menghanyutkan. Rasa itu bisa menusuk, tapi karena kelembutannya, kita pun tidak merasakan sayatannya. Rasa bisa menjebak, menyesatkan.

Rasa. Terkadang ia berubah tanpa disadari. Lembut merasuk, masuk ke dalam jiwa. Membelai, membuai, memabukkan. Terkadang pula berubah tidak kenal waktu, tidak kenal rentang kala. Bahkan lebih cepat dari kejapan mata.

Bagiku rasa adalah sebuah pengalaman. Sebuah proses, bukan jawaban. Sebuah perjalanan menuju sesuatu yang lebih tinggi, lebih kekal. Rasa itu bukti bahwa aku ini manusia, masih punya hati. Bahagia, senang, sedih, bingung.. hanya sejumput warna dari ratusan warna rasa lainnya. Warna yang setiap detiknya tergores dalam lukisan besar. Lukisan diriku. Pelukisnya Dia Yang Maha Memiliki Keindahan. Cuma Allah saja yang tahu bagaimana melukis diriku dengan sempurna.

Rasa......bukti Maha Kelembutan Tuhan.

Komentar

Postingan Populer