tap tap tap.
matari mulai mengantuk dan mengucapkan salam perpisahan
ditutupnya tirai, dan berjalanlah ke peraduannya
kunang-kunang malam lalu lalang
menyebarkan polusi hitam yang samar oleh temaram senja
sinarnya membiaskan bayanganku
muncul dan hilang silih berganti
tap..tap..tap..
langkahku mengikuti irama jantung
tidak tergesa tidak pula melenakan
cukuplah untuk setetes dua tetes peluh datang
dugdug..dugdug..dugdug..
jantungku bernyanyi mengikuti irama nadi
entah lagu riang entah sendu
langkahnya hanya mengikuti suasana hati yang datar
langkah tapakku jelas hitungannya
berhenti hingga sebuah bangunan bersahaja
yang sudah dikenalnya berpuluh tahun
direbahkan raganya diseka peluhnya
langkah hatiku tidak mengenal hitungan
terus saja mengembara tidak kenal lelah
entah berapa ribu berapa juta tapak lagi baru akan berhenti
hingga menemukan peraduannya

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..