masih bisa memilih.


Beberapa waktu lalu aku ngumpul sama beberapa temen setelah sekian lama ngga ketemu. Di tengah pembicaraan, sempet membahas karakter anak 'cap gajah' yang dikenal di sebagian besar perusahaan sebagai pekerja yang ’kutu loncat’ alias sukanya pindah-pindah. Satu karakter yang terbaca, anak 'cap gajah' sering tidak puas atas apa yang dimiliki.

Kalau kita cermati orang-orang di sekeliling kita, betapa banyak orang-orang yang ’terpaksa’ menekuni pekerjaan karena keadaan. Betapa mereka berusaha mencintai apa yang ia kerjakan, karena mereka tidak punya banyak pilihan pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Ia bukan saja tidak punya banyak pilihan, tapi bisa saja tidak ada pilihan lain atas apa yang harus ia kerjakan untuk menyambung hidupnya. Dan dengan kondisi seperti itu, mereka masih bersyukur, mereka masih dapat mengerjakan sesuatu yang halal yang bisa memberi makan dirinya dan keluarganya.

Untuk sebagian orang yang beruntung, bisa mengenyam pendidikan tinggi, tentu saja ia banyak punya pilihan pekerjaan apa yang bisa ia kerjakan. Pekerjaan yang ia sukai, pekerjaan yang memberikan penghasilan besar, pekerjaan impian semasa kecil, atau pekerjaan yang memberi kepuasan batin. Semuanya bisa dengan sekehendak hati ia pilih.

so...mudah2an kita bisa menggunakan 'hak pilih' kita dengan bijak, ga cuma 'loncat-loncat' aja...heheh

Komentar

Postingan Populer